Cyber HackinG™ | Komunitas Forum Indonesia
CYBER HACKING™

© 2009-2013

==========================================

Selamat datang di forum

Cyber HackinG™

FREE Forum, Download Center, Aplikasi, Softwares, Handphone, Smartphone, PC, Trick and Tips & Trick Internet Gratis TELKOMSEL, TSEL FB, INDOSAT, THREE AXIS, XL, SMARTFREEN dll.

Silahkan REGISTER Dahulu.

=========================================


Perlu di Ingat bahwa MEMBER diharuskan

LOGIN
untuk mengunduh kontent didalam forum, dan untuk melihat image yg ada.

Contact Email : ch.indoforum@gmail.com

============================================
Copyright © Cyber HackinG™ 2009-2013.




FREE Forum, Download Center, Aplikasi, Softwares, Handphone, Smartphone, PC, Trick and Tips & Trick Internet Gratis TELKOMSEL, TSEL FB, INDOSAT, THREE, AXIS, XL, SMARTFREEN dll.
 
IndeksCalendarFAQPendaftaranLogin

Share | 
 

 Ancaman dari antariksa.

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
PengirimMessage
aranea4
Moderators
Moderators



PostSubyek: Ancaman dari antariksa.   Mon Oct 10 2011, 18:14

Ancaman dari Antariksa Meteor yang sampai ke Bumi
dalam ukuran cukup besar
merupakan kejadian langka,
tetapi kemungkinan meteorit
mengenai permukiman akan
meningkat seiring memadatnya penduduk.
Ancaman lain dari antariksa
muncul dengan
bertambahnya jumlah
sampah antariksa berupa
rongsokan satelit. Meteorit yang menimpa
rumah seperti yang terjadi
pada Kamis (29/4/2010) di
permukiman padat di
Kelurahan Malakasari, Duren
Sawit, Jakarta Timur, menurut catatan Lembaga
Penerbangan dan Antariksa
Nasional (Lapan), merupakan
yang pertama kali terjadi di
Indonesia. Selama ini, meteorit—batu
meteor yang sampai ke
permukaan Bumi—jatuh di
wilayah tak berpenghuni.
Tujuh tahun terakhir, Lapan
mencatat ada beberapa kejadian meteorit di wilayah
Indonesia, antara lain
berlokasi di pinggir hutan
dekat Pontianak,
Kalimantan Barat (2003); di
sebuah lahan terbuka di Tegal; dan daerah
persawahan di Gianyar, Bali
(2008). Yang terakhir adalah meteor
yang jatuh di Bone, Sulawesi
Selatan, Oktober 2009.
Meteor berdiameter sekitar
10 meter yang jatuh di
perairan dekat Teluk Bone ini menimbulkan ledakan yang
besar di udara, dan dilihat
oleh banyak saksi mata. Sejak tahun 1908, wilayah
daratan Indonesia diketahui
pernah kejatuhan 17 meteor
berukuran relatif besar.
Kejadian paling awal adalah
meteor seberat 1,63 kilogram yang ditemukan di Pulau
Kangean, Sumenep, Jawa
Timur, 27 November 1908.
Meteor yang terberat
ditemukan di Jumapolo, Jawa
Timur, 13 Maret 1984, seberat 32,49 kg. Kejatuhan benda langit Setiap bulan sesungguhnya
permukaan Bumi ini terkena
jatuhan meteorit. Namun,
banyak yang tidak diketahui
manusia karena meteorit
jatuh di laut, hutan, rawa, dan daerah terbuka lainnya.
Meteorit yang jatuh di
wilayah Indonesia bisa
terjadi 2 hingga 3 tahun
sekali. Peluang jatuh di
darat pun kecil karena sebagian besar wilayahnya
berupa lautan. Ukuran meteorit yang sampai
ke permukaan Bumi pun
sangat kecil, berupa serpihan
dan pasir. Benda antariksa
itu masuk ke atmosfer
dengan kecepatan sekitar 100.000 kilometer per jam. Ia
biasanya akan terkikis oleh
massa udara yang relatif
padat di atmosfer Bumi.
Akibatnya, meteorit akan
mulai terbakar dengan suhu ratusan derajat celsius
menyerupai bola api pada
ketinggian 100 km dari
permukaan Bumi. ”Oleh karena itu, begitu
sampai di Bumi, meteorit
telah hancur berkeping-
keping berupa serpihan,” ujar
Thomas Djamaluddin, pakar
astronomi dan astrofisika dari Lapan. Karena panas yang sangat
tinggi, bagian luar meteorit
akan meleleh hingga
menyisakan material yang
menghitam di permukaan
Bumi. Meteorit umumnya
mengandung nikel dan logam
lain. Adapun yang berupa
batuan terdiri dari karbon
dan silikat. ”Material dari
langit itu tidak mengandung zat beradiasi atau
radioaktif,” kata Thomas. Meteor Meteor merupakan sisa
asteroid atau bintang yang
telah hancur atau sisa-sisa
dari pembentukan tata surya
antarplanet. Saat Bumi
yang berada dalam tata surya Matahari berpapasan
dengan obyek antariksa itu,
meteor akan tertarik oleh
gravitasi Bumi hingga masuk
ke atmosfer. Hingga kini, belum ada sistem
pemantau yang mampu
mendeteksi meteor yang
berukuran kurang dari 10
meter, apalagi meteor yang
gerakannya sangat sporadis dan acak. Berbeda dengan jatuhnya
sampah antariksa, hujan
meteor bisa diprediksi setiap
bulannya. Hujan meteor
berupa butiran seukuran
pasir berasal dari gugusan debu sisa komet. Selain hujan meteor Lyrid
bulan lalu, penduduk Bumi
akan melihat hujan meteor
awal Mei ini dan di antaranya
meteor Leonid pada
November mendatang. Tahun ini total akan ada 11
kali hujan meteor utama. Debu antariksa Di sekeliling Bumi ini
bertebaran batuan antariksa
dengan berbagai ukuran dari
yang berukuran pasir hingga
relatif lebih besar.
Jumlahnya mencapai lebih dari 25.000 ton. Material ini belum termasuk
sampah antariksa akibat
aktivitas manusia sendiri.
Sampah itu berupa rongsokan
satelit yang tidak aktif lagi.
Menurut data Lapan, jumlah sampah antariksa lebih dari
15.000 buah. Khusus untuk sampah satelit
ini, pihak Badan
Penerbangan dan Antariksa
Amerika Serikat (NASA)
telah mengeluarkan katalog
untuk setiap satelit bekas yang berada di sekeliling
Bumi. Katalog itu juga
memuat pemilik satelit itu
dan potensi bahaya saat
masuk ke atmosfer.
Sayangnya, katalog itu hanya berisi daftar sampah
yang berukuran di atas 10
meter. Jatuhnya sampah antariksa
merupakan ancaman lain bagi
Indonesia. Peluang jatuhnya
serpihan satelit—yang beredar
di sekitar khatulistiwa—
tergolong besar karena Indonesia membentang
hingga seperdelapan wilayah
khatulistiwa. Hal itu
disampaikan Kepala Pusat
Pemanfaatan Sains
Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa
Nasional Sri Kaloka. Sama seperti meteor, meski
sampah antariksa berupa
kepingan, benda itu akan
melesat dengan kecepatan
yang sangat tinggi saat
jatuh ke permukaan Bumi dan bisa mengenai kawasan
permukiman atau obyek
penting lain. Untuk mengantisipasi hal itu,
Lapan mengamati obyek itu
dan melakukan tindakan
pengamanan sebelum
kejadian, misalnya dengan
menutup jalan tol dan membebaskan kawasan yang
akan terkena obyek tersebut. Pada masa mendatang,
peluang jatuhnya sampah
antariksa di muka Bumi akan
kian membesar. Hingga 27
Januari tahun lalu, jumlah
serpihan ada 7.789 (berukuran di atas 10 cm), satelit
berfungsi dan tidak
berfungsi berjumlah 3.338,
serta badan roket sebanyak
1.820. Total, ada 12.947
buah.
sumber : okezone.com
Kembali Ke Atas Go down
IFRIT
NewBie
NewBie



PostSubyek: Re: Ancaman dari antariksa.   Mon Oct 10 2011, 20:25

tanya gan...

Apa lum ada team pembersih sampah2 angkasa tersebut...

Yeaach.... Kalo di negeri kita semacam pasukan kuning gtu...
Kembali Ke Atas Go down
aranea4
Moderators
Moderators



PostSubyek: Re: Ancaman dari antariksa.   Tue Oct 11 2011, 06:33

blum ada,gan...krna sampah2 itu brtebaran di ruang hampa dan para astronot/ilmuwan di nasa blm menemukan formulanya untuk bsa bersihin tu sampah...tp klo kelak dibuka DKP antariksa kamu daftar aja brow...idep2 piknik melayang2 di antariksa bawa sapu...hehee...just kiding...
klo sampah kuniing2 itu bnyak yg di sungai tu to,agan cih yg sering n rutin bab dicitu...hyo dbrsihin ndiri,ntar klo mengancam penduduk skitar gmn cba?
Kembali Ke Atas Go down
Sponsored content




PostSubyek: Re: Ancaman dari antariksa.   Today at 21:46

Kembali Ke Atas Go down
 
Ancaman dari antariksa.
Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1
 Similar topics
-
» [share] Caraku terhindar 100% dari Virus PC & Notebook ( No Deep Freeze )
» Ramalan Dunia Dari Tahun 2010 Sampai 5079
» Tanya Soal kirim motor dari amrik ke indo
» Salam kenal dari Peking Ujung Aspal Pondok Gede Mohon ijin bergabung
» Tangki dari fiber

Permissions in this forum:Anda tidak dapat menjawab topik
Cyber HackinG™ | Komunitas Forum Indonesia :: ZONA OBROLAN & RUANG SANTAI :: Kumpulan Berita & Gosip-
Navigasi: